Rabu, 8 September 2010
 
Cover Majalah Bulan April 2010
 

Menu Utama

.
Shalat Yuk Shalat... E-mail

Naskah: Rina Abdul Latif dan Eka Zulkarnain Foto: Achsan Abidin

Tuntunan Praktis Ibadah Untuk si Kecil

ImageIbadah merupakan ciri seorang mu’min dan Anda tentu ingin si Kecil tumbuh menjadi pribadi beriman yang mencintai identitasnya. Nah, akan jauh lebih mudah membuat anak mencintai ibadah bila Anda melakukannya dengan gembira.

Shalat, yuk!” ajak seorang ibu kepada putrinya yang baru berumur empat tahun. “Yuk!” Sofia menjawab dengan mimik gembira, alisnya terangkat dan matanya membulat. Serta merta si kecil Sofia berlari ke kamar mandi untuk berwudhu dengan caranya. Sofia yang memang senang bermain air, malah sengaja menyiramkan air ke sebagian besar tubuhnya. Melihat putri kecilnya basah kuyup, si ibu hanya tersenyum, kemudian mengajaknya ke kamar untuk berganti pakaian dan memakai mukena cilik kesayangannya. Keduanya bersiap-siap melaksanakan shalat.
 
Ciri Mu’min
Shalat membedakan seorang beriman kepada Allah Ta’ala dengan seorang yang ingkar kepada-Nya. Jabir, salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallammenyampaikan sebuah pesan, “Yang membedakan kekafiran dan keimanan adalah meninggalkan shalat.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Attirmidzi, hadits no. 2543).
 
Tonggak Agama
Shalat juga merupakan rukun Islam kedua yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Kewajiban pertama yang dituntut adalah menegakkan shalat. Betapa pentingnya shalat,karena ia merupakan pondasi keimanan seorang Muslim.
 
Sedini Mungkin
Orangtua Muslim yang meyakini bahwa Islam sebagai satu-satunya jalan menuju Allah, tentu menginginkan anak mereka juga beriman kepada Allah. Salah satu cara untuk menumbuhkan keimanan adalah dengan mengajarkan mereka shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Perintahkan anak anakmu sekalian untuk shalat sejak mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (apabila mereka menolaknya) pada saat mereka berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Daud, dalam kitab Shalat, hadits no. 419) Betapa pentingnya urusan shalat, sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada para orangtua, agar mereka tegas kepada anak-anak mereka yang tidak mau shalat pada usia sepuluh tahun, dengan memukul mereka (dengan pukulan yang tidak menyakiti fisik).
 
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam dikenal sebagai seorang yang sangat lembut dan penuh kasih kepada anak-anak, meskipun bukan anak atau cucu beliau sendiri. Pukulan dimaksud untuk “memukul” hati anak, setelah teguran lisan sudah tidak lagi didengar. Para ulama mengatakannya ghairu mubarrih, yakni pukulan yang tidak menyakiti. Hadits ini juga mengandung pesan, agar para orangtua tidak mudah melampiaskan amarah kepada anak dengan memukul untuk segala macam ketidakpuasan terhadap anak. Sebab, bila anak terbiasa dipukul untuk “kesalahan” apa pun yang dilakukannya, maka pukulan pada usia sepuluh tahun itu tidak lagi memberi makna. Pukulan tersebut hanya akan membekaskan kebencian dan dendam dalam jiwanya. Pukulan seperti yang dipesankan dalam hadits di atas baru efektif bila memang sebelumnya orangtua tidak pernah memukul anak dan selalu berlaku lembut kepadanya, sehingga ketika ia dipukul karena tidak mau shalat, ia dapat mengambil pelajaran bahwa shalat itu penting sekali, sampai-sampai orang tuanya yang biasanya lemah lembut pun, memukulnya.
 
Baca Selengkapnya Di Majalah Alia Pesona Muslimah Edisi Maret 2010
 
 
 
 
 
.

Permata

      Anda Pengunjung ke :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Alia Pesona Muslimah © 2008 - 2010 Karinda Plaza Blok B-1 No. 6
Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan Telp. 021-750-5886 Fax. 021-750-6004
Email: info@aliapesonamuslimah.com