Selasa, 7 September 2010
 
Cover Majalah Bulan April 2010
 

Menu Utama

.
Perjalanan Para Pejuang Jilbab E-mail

Oleh: Rina Abdul Latif dan Eka Zulkarnain Foto: Istimewa

ImageKita perlu bersyukur karena kemudahan mengenakan busana Muslimah adalah sesuatu yang diperjuangkan banyak saudari kita di berbagai negara. Hari itu suasana kota Madinah terasa berbeda. Nuansa berbeda yang sarat dengan bertambahnya aura keimanan itu disebabkan oleh tampilan para muslimah yang keluar rumah, berbeda dari hari-hari sebelumnya. Ya, mulai hari itu dan seterusnya, mereka mengenakan penutup kepala yang terulur hingga menutupi dada.

 

Suasana kota Madinah saat ituterjadi tak lama setelah turunnya firman Allah yang memerintahkan para wanita muslimah untuk mengenakan jilbab. “Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya serta menjaga kemaluannya. Dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan mereka, kecuali apa yang biasa nampak darinya. Dan hendaklah mereka menghulurkan kain kerudung mereka hingga menutupi dada mereka…” (QS An Nur, 24: 31) Begitu ayat tentang perintah memakai jilbab tersebut turun, serta merta para wanita muslimah di masa itu segera mengambil kain apa saja yang dapat digunakan untuk menutup kepala mereka, sebagai ungkapan penerimaan yang tulus atas perintah Allah tersebut.
 
Memakai jilbab bagi mereka adalah ungkapan ketundukan yang tulus kepada apa pun yang Allah perintahkan atas mereka, karena mereka tahu, bahwa Allah yang menciptakan mereka, berikut alam semesta ini bagi kepentingan manusia, yang Maha Pengasih dan Penyayang, sangat mencintai hamba-hamba-Nya. Pastilahperintah memakai jilbab itu pun berangkat dari cinta-Nya. Memakai jilbab bagi wanita muslimah saat itu adalah ungkapan membalas cinta Allah dengan ke-taatan kepada-Nya.
 
Jilbab dan Tantangannya
Di masa kini, ternyata memakai jilbab bukan lagi suatu pemandangan umum masyarakat muslim di sebagian besar negara berpenduduk mayoritas muslim sekalipun. Terbukti bahwa pemakainya masih merupakan kelompok minorotas, dengan kata lain, jumlah wanita muslimah yang belum memakai busana muslimah tersebut jauh lebih banyak dari pada mereka yang memakainya. Termasuk di negara kita tercinta ini. Dari masa ke masa, dalam perjalanannya, para pemakai jilbab tak lepas dari rintangan yang harus dihadapi karena jilbab yang dipakainya. Namun, jilbab yang dikenakan berdasarkan keimanan kepada Allah, terus dipertahankan para pemakainya meski jika hal itu harus mengorbankan banyak hal dalam kehidupan mereka. Bahkan ada yang sampai rela mengorbankan nyawanya.
 
Baca Selengkapnya Di Majalah Alia Pesona Muslimah Edisi February 2010
 
.

Permata

      Anda Pengunjung ke :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Alia Pesona Muslimah © 2008 - 2010 Karinda Plaza Blok B-1 No. 6
Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan Telp. 021-750-5886 Fax. 021-750-6004
Email: info@aliapesonamuslimah.com