Selasa, 7 September 2010
 
Cover Majalah Bulan April 2010
 

Menu Utama

.
Haus...? Waspada! Anda Mungkin Dehidrasi E-mail

Oleh: Ratih Sayidun Foto: Achsan Abidin dan Istimewa

ImageJangan malas minum hanya karena malas bolak-balik ke kamar mandi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh.

Anda lelah, lesu, agak pusing, mata terasa panas dan iritasi? Hati-hati. Kemungkinan besar Anda mengalami gejala dehidrasi ringan. Sebuah kondisi yang sebenarnya sangat mudah dicegah dan diobati, tapi bila tidak segera diatasi dapat menimbul-kan penyakit parah, bahkan kematian. Tak percaya? Prof Dr Ir Hardinsyah, ahli gizi dan pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), saat menjelaskan tentang efek dehidrasi terhadap kesehatan, mengatakan, dehidrasi terjadi akibat tidak seimbangnya antara cairan tubuh yang keluar dan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Penyebabnya terutama akibat kurang minum, keringat berlebihan dan pengaruh suhu atau iklim. Dehidrasi bisa juga terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang air minum dan tidak adanya akses terhadap air minum. Siapa saja bisa mengalami dehidrasi. Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia. Kapan pun Anda bisa menderita dehidrasi. Tidak peduli udara panas maupun dingin, dehidrasi dapat Anda alami kalau asupan dan pengeluaran air dari dalam tubuh tidak seimbang.
 
Gejala
Haus menjadi pertanda gejala paling awal tubuh mengalami dehidrasi ringan. Sudah terlambat bila Anda baru minum ketika sudah haus. Seharusnya minum sebelum merasa haus. Biasakanlah minum secara berkala. Segelas air setiap satu jam, atau setiap setengah jam, jika berada di udara panas. Tubuh yang sehat, alias tidak mengalami dehidrasi, dapat ditandai dari air seni yang mengalir banyak, lancar dan berwarna kuning jernih seperti air lemon. Warna air seni itu menunjukkan tingkat kepekatan cairan tubuh serta kadar mineral yang larut. Pada kondisi dehidrasi, air seni seseorang biasanya berwarna keruh, kuning kecoklatan dan jumlahnya hanya sedikit.
 
Bahaya
Dehidrasi berbahaya. Kondisi dehidrasi ringan ditandai dengan penurunan sekitar 1-2 persen cairan tubuh. Keadaan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh, rasa lelah dan peningkatan suhu tubuh. Mulut terasa kering, kulit kering dan memerah. Juga mulai kehilangan selera makan dan meriang. Air seni keruh karena mengandung darah dan racun. Bila ini terjadi, cepatlah istirahat dan minum banyak-banyak air putih untuk menggantikan cairan yang terbuang. Pada keadaan dehidrasi 5 persen, seseorang akan merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan bernapas lebih berat. Tubuh akan memanas dan bertambah lelah. Terkadang penderita akan merasakan kram otot dan kesemutan di kaki dan tangan.

Seseorang yang mengalami dehidrasi sedang, kekurangan 7 persen cairan tubuh, dapat mengalami halusinasi dan hilangnya kesadaran. Dehidrasi berat dengan penurunan 10 persen cairan tubuh dapat menyebabkan kematian. Ini karena gagalnya seluruh fungsi organ tubuh, dan darah menjadi terlalu kental, sehingga asupan nutrisi keseluruh tubuh terganggu termasuk jantung dan otak. Jumlah air yang dibutuhkan tubuh sangat bervariasi, tergantung pada berat badan, kebutuhan energi, tingkat aktivitas, jenis kelamin serta lingkungan. Bila dimisalkan kebutuhan energi remaja dan orang dewasa sekitar 1.800 – 3.000 kilo kalori, maka seseorang membutuhkan air sekitar 1,8 – 3 liter per hari. Karena sepertiga konsumsi air tubuh kita juga diperoleh dari makanan, maka konsumsi air dari minuman adalah sekitar 2 liter per hari.
 
Baca Selengkapnya Di Majalah Alia Pesona Muslimah Edisi Ferbruary 2010
 
.

Permata

      Anda Pengunjung ke :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Alia Pesona Muslimah © 2008 - 2010 Karinda Plaza Blok B-1 No. 6
Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan Telp. 021-750-5886 Fax. 021-750-6004
Email: info@aliapesonamuslimah.com