Selasa, 7 September 2010
 
Cover Majalah Bulan April 2010
 

Menu Utama

.
Cerpen
Sorban Buat Ayah E-mail

Oleh: Elie Mulyadi

Image Ayahku mengingkan sebuah hadiah untuk lebaran. Sebuah sorban. Ya, hanya sebuah sorban. Tapi bukan sorban biasa yang bisa kautemui di toko-toko baju di kota kecilku. Melainkan sorban istimewa yang seperti miliknya seorang ustad ternama. Ustadz itu sering tampil di layar kaca, dan kalau tampil selalu mengenakan sorban yang modelnya sama. “Aku ingin sorban yang seperti itu, itu akan menjadi hadiah lebaran terindah untukku.” Aku tahu, aku harus memenuhi keinginan ayah. Dan aku sudah berusaha semampunya, berkeliling ke pasar dan toko-toko baju di seluruh kotaku. Namun sampai tiga hari menjelang lebaran, sorban itu belum juga kudapatkan.

 

Baca Selengkapnya...
 
Bukan Pernikahan Cinderella E-mail

ImageAkhirnya, Putri Cinderella menikah dengan Sang Pangeran. Mereka pun hidup berbahagia untuk selama-lamanya. Forever and ever… Dia pernah bermimpi akan mengalami pernikahan bak cerita Cinderella. Bahagia dalam suka dan duka, selamanya. Tapi pengalaman hidup yang ia alami, membuatnya tak ingin lagi bermimpi.
Baca Selengkapnya...
 
Nama Untuk Anakku E-mail

Mamiek Syamil*

”Bagaimana kalau Zinnia?” tanyaku sambil membayangkan keindahan bunga kertas di musim panas di Jonesboro, sebuah kota kecil di Amerika tempat kami tinggal.

  Suamiku ‘nyengir. “Enggak ah! Nanti keliru zina,” katanya.

Betul juga, batinku. “Habis apa dong ?”

“Cari lagi deh, “ katanya lagi.

Cari kemana, aku menggerutu. Semua buku tentang nama sudah kubaca. Semua orang kumintai usulan—mulai dari orang tua, saudara, teman, kenalan, bahkan orang yang baru kukenal di jalan. Berbagai situs internet sudah kujelajahi. Rasanya tidak ada nama yang cocok untuk si kecil dalam rahimku ini. Bidadariku. Ya, menurut USG terakhir, bayiku perempuan. Menurut dokter, kemungkinan kesalahan hanya nol koma sekian persen.

Baca Selengkapnya...
 
Menengok Tanah Impian E-mail
“Huek, huek… huuk!” Akhirnya muntah juga. Perutku seperti diaduk-aduk. Bau busuk rasanya tak hilang-hilang dari hidungku.

“Masya Allah, telurnya busuk. Nggak jadi deh orak-arik kangkungnya!” Aku bergumam kesal. Segera aku mengangkat wajan dan membawanya keluar. Mantan orak-arik kangkungku kubuang perlahan di tempat sampah. “Tapi ganti sayur apa?” tanyaku dalam hati. Tak lama aku mendapat ide.

“Bu Is, minta kangkungnya, ya,” kataku pada tetangga paling dekat rumah.
“Ambil sajalah, Mbak.” Bu Is, tetangga baruku, menjawab dari dalam rumahnya.
Aku segera mengambil pisau dan wadah. Dengan gesit kupetik batang-batang kangkung di kebun belakang rumah Bu Is. Alhamdulillah, tidak perlu ke pasar untuk beli sayuran lagi. Satu genggam cukuplah untuk makan berdua. Aku cepat-cepat mencuci dan memasaknya.
Baca Selengkapnya...
 
Sandal Jepit Isteriku E-mail

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

"Ummi... Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!" Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

"Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.

"Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!" Jawabku masih dengan nada tinggi.

Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

Baca Selengkapnya...
 
.

Permata

      Anda Pengunjung ke :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Alia Pesona Muslimah © 2008 - 2010 Karinda Plaza Blok B-1 No. 6
Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan Telp. 021-750-5886 Fax. 021-750-6004
Email: info@aliapesonamuslimah.com